Jumat, 09 Mei 2014

masa lalu

Saya, seorang gadis menginjak usia dua puluh tahun anak terakhir dari ke empat bersaudara. saya memiliki dua malaikat tak bersayap mereka bernama bapak dan mamah. Panggilan yang lumayan aneh bukan? Pada umumnya panggilan orang tua itu kan ayah-ibu, mamah-papah, umi-abi, dan sebagainya. Biarlah, aku tetap menyukainya. aku bukan anak kesayangan karena orang tua kami memberikan perhatian yang sama satu dengan yang lain tapi mungkin akulah anak yang paling nakal mungkin kalau agama bilang akulah anak yang paling durhaka. Kenapa? Ya mungkin hanya aku satu-satunya yang pernah membuat mereka menangis. Aku sungguh teramat nakal, mulutku tak bisa diam sampai aku tak sadar dengan setan seperti apa yang merasuki diriku. Pernah dulu, ketika aku masih di bangku sd saat itu aku ikut madrasah (TPQ). Bapakku dulunya adalah seorang pns di kecamatan tentunya waktu aku masih sd beliau entah masih golongan berapa. Aku teramat gengsi saat itu (dan itu masih sampai sekarang) setiap aku dijemputnya aku dijemput dengan motor dinasnya, ya karena keluarga kami keluarga biasa-biasa saja. Suatu sore, beliau menjemputku dengan sepeda ontel milik mbah. Ah butut sekali pikirku saat itu. Aku marah, aku pulang berjalan kaki dan beliau berjalan dibelakangku sembari menuntun sepeda ontel tua milik mbah. Aku sangat kejam memang. Dan sampai ini memori sepeda itu masih tersimpan rapi dalam pikiranku. Ah bodohnya aku, coba saja dulu aku mau diajak pulang bersama sepeda itu pastinya memori yang kukenang adalah memori indah dengan suasana senja yang begitu syahdu. Banyak hal-hal bodoh kulakukan terhadap kedua malaikat itu, ah dosaku teramat banyak. Maafkan aku…

Tidak ada komentar: