Saya, seorang gadis menginjak
usia dua puluh tahun anak terakhir dari ke empat bersaudara. saya memiliki dua
malaikat tak bersayap mereka bernama bapak dan mamah. Panggilan yang lumayan
aneh bukan? Pada umumnya panggilan orang tua itu kan ayah-ibu, mamah-papah,
umi-abi, dan sebagainya. Biarlah, aku tetap menyukainya. aku bukan anak
kesayangan karena orang tua kami memberikan perhatian yang sama satu dengan
yang lain tapi mungkin akulah anak yang paling nakal mungkin kalau agama bilang
akulah anak yang paling durhaka. Kenapa? Ya mungkin hanya aku satu-satunya yang
pernah membuat mereka menangis. Aku sungguh teramat nakal, mulutku tak bisa
diam sampai aku tak sadar dengan setan seperti apa yang merasuki diriku. Pernah
dulu, ketika aku masih di bangku sd saat itu aku ikut madrasah (TPQ). Bapakku dulunya
adalah seorang pns di kecamatan tentunya waktu aku masih sd beliau entah masih
golongan berapa. Aku teramat gengsi saat itu (dan itu masih sampai sekarang)
setiap aku dijemputnya aku dijemput dengan motor dinasnya, ya karena keluarga
kami keluarga biasa-biasa saja. Suatu sore, beliau menjemputku dengan sepeda
ontel milik mbah. Ah butut sekali pikirku saat itu. Aku marah, aku pulang
berjalan kaki dan beliau berjalan dibelakangku sembari menuntun sepeda ontel
tua milik mbah. Aku sangat kejam memang. Dan sampai ini memori sepeda itu masih
tersimpan rapi dalam pikiranku. Ah bodohnya aku, coba saja dulu aku mau diajak
pulang bersama sepeda itu pastinya memori yang kukenang adalah memori indah
dengan suasana senja yang begitu syahdu. Banyak hal-hal bodoh kulakukan
terhadap kedua malaikat itu, ah dosaku teramat banyak. Maafkan aku…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar